Jadwal Sholat

Senin, 14 November 2016

PROPOSAL PENELITIAN "ANALISIS PENGIRIMAN BARANG KEPADA KONSUMEN PADA PRODUK BINGKAI FOTO"

BAB I
PENDAHULUAN

1.1              LatarBelakang
Salah satu permasalahan dalam penjualan sebuah produk adalah kendala pengiriman barang sampai pada tangan konsumen. Permasalahan ini pada umumnya terjadi ketika sarana transportasi, baik dari segi jalan, kendaraan, cuaca maupun sarana pendukung lainnya yang belum mampu mengimbangi peningkatan jumlah permintaan pada produk. Peningkatan jumlah permintaan dan minimnya kendaraan yang tersedia menyebabkan meningkatnya aktivitas pemenuhan kebutuhan yang tentunya meningkatkan pula kebutuhan akan alat trasnportasi untuk mengirim barang. Dengan kondisi kendaraan pengiriman yang kurang memadai, perusahaan mengatasinya dengan menggunakan jasa pengiriman barang. Pemakaian jasa pengiriman ini akan menguntungkan perusahaan karena barang yang akan dikirim lebih mudah dan terjamin kepada konsumen.
Permasalahan pengiriman barang selalu diringi dengan minimnya jumlah kendaraan pengiriman. Hal ini dikarenakan bertambahnya jumlah permintaan  konsumen yang meminta agar pesanan produknya diantar ke tempat konsumen berada. Perusahaan memiliki alternative dalam hal pengiriman yaitu menggunakan jasa pengiriman barang hal tersebut akan mempengaruhi dalam biaya produksi. Proses pengiriman barang ini akan mempengaruhi biaya produksi, maka perusahaan ingin mencari biaya pengiriman barang yang paling murah untuk mengoptimalkan pengeluaran pada biaya produksi .
Untuk penelitian kali ini, digunakan sampel pengiriman barang pada CV. Abitama Frame, Pekayon, Bekasi, Propinsi Jawa Barat sebagai obyek kajian. Faktor-faktor yang digunakan sebagai dasar penggunaan adalah semakin meningkatnya orderan bingkai foto menyebabkan keterlambatan dalam pengiriman barang kepada konsumen karena jumlah kendaraan yang minim. Dari permasalahan yang ada diatas, maka penelitian ini akan berfokus untuk mencari biaya transportasi termurah.

1.2              RumusanMasalah
Peningkatan permintaan pada produk akan mempengaruhi pada pengiriman barang sehingga barang yang akan dikirim kepada konsumen mengalami keterlambatan pengiriman. Keterlambatan pengiriman akan mempengaruhi kepercayaan dan kepuasan pelanggan kepada perusahaan sehingga perusahaan mengalami penurunan permintaan. Perusahaan melakukan salah satu cara untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu perusahaan menggunakan jasa pengiriman dan menganalisis biaya jasa pengiriman yang dikeluarkan. Rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Alternatif apa saja yang akan dipilih perusahaan untuk pengiriman?
2.      Berapa biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk menggunakan jasa pengiriman?
3.      Bagaimana cara menganalisis biaya jasa pengiriman barang yang optimal?

1.3              PembatasanMasalah
Penelitian dan pengambilan data hanya dilakukan pada CV. Abitama Frame yang berlokasi di Pekayon, Bekasi, Propinsi Jawa Barat. Pengambilan data ini dilakukan dengan cara mengamati dan menganalisis biaya jasa pengiriman.

1.4              TujuanPenelitian
Tujuan penelitian berisi tentang jawaban dari perumusan masalah. Tujuan dari pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut :
1.      Mengetahui alternatif yang dipilih perusahaan
2.      Mengetahui biaya jasa pengiriman yang harus dikeluarkan
3.      Menganalisis biaya jasa pengiriman yang optimal





BAB II
LANDASAN TEORI

2.1       Penemuan yang Lalu
            Mengemukakan bahwa dalam arti sederhana, model transportasi berusaha menentukan sebuah rencana transportasi sebuah barang dari sejumlah sumber ke sejumlah tujuan. Data dalam model ini mencakup:
1. Tingkat penawaran di setiap sumber dan jumlah permintaan di setiap tujuan.
2. Biaya transportasi per unit barang dari setiap sumber ke setiap tujuan.
Model transportasi adalah suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi suatu produk (barang-barang) dari sumber-sumber yang menyediakan produk (misalnya pabrik) ke tempat-tempat tujuan (misalnya gudang) secara optimal. Tujuan dari model ini adalah menentukan jumlah yang harus dikirim dari setiap sumber ke setiap tujuan sedemikian rupa dengan total biaya transportasi minimum. Metode transportasi merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama, ke tempat-tempat yang membutuhkan secara optimal. Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa, karena terdapat perbedaan biaya-biaya alokasi dari satu sumber ke tempat-tempat tujuan berbeda-beda, dan dari beberapa sumber ke tempat-tempat tujuan juga berbeda-beda.
Mengemukakan bahwa metode transportasi dimaksudkan untuk mencari solusi terbaik dari persoalan transportasi (pengangkutan) barang atau produk dari gudang/pabrik ke pasar tujuan dengan biaya termurah. Bila telah dapat diidentifikasi biaya angkut dari pabrik ke pasar, serta kapasitas pabrik dan permintaan pasar pun telah diketahui maka persoalan bagaimana cara pengalokasian terbaiknya dapat dikerjakan. Metode transportasi adalah metode yang paling efisien dibandingkan dengan metode simpleks. Penggunaan metode transportasi ini dipelopori oleh FL.
Beberapa permasalahan yang dapat diselesaikan dengan metode transportasi adalah mengalokasikan barang/jasa dari suatu tempat (sumber/supply) ke tempat lainnya (demand/destination) secara optimal dengan mempertimbangkan biaya minimal, pengalokasian periklanan yang efektif, pembelanjaan modal dan alokasi dana untuk investasi, analisis pemilihan lokasi usaha yang tepat, keseimbangan lini perakitan, dan penjadwalan produksi.
Gambaran umum dari persoalan angkutan dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Sebuah perusahaan yang menghasilkan barang atau komoditi tertentu melalui sejumlah pabrik pada lokasi yang berbeda, akan mengirim barang ke berbagai tempat yang memerlukan dengan jumlah kebutuhan yang sudah tertentu.
  2. Sejumlah barang atau komoditi hendak dikirim dari sejumlah pelabuhan asal kepada sejumlah pelabuhan tujuan, masing-masing dengan tingkat kebutuhan yang sudah diketahui.
  3. Sasaran dalam masalah transportasi ini ialah mengalokasikan barang yang adapada pelabuhan asal sedemikian rupa hingga terpenuhi semua kebutuhan pada pelabuhan tujuan. Sedangkan tujuan utama dari persoalan angkutan ini ialah untuk mencapai jumlah biaya yang serendah-rendahnya (minimum) atau
  1. mencapai jumlah laba yang sebesar-besarnya (maksimum).
Pada umumnya, masalah transportasi berhubungan dengan distribusi suatu produk tunggal dari beberapa sumber, dengan penawaran terbatas, menuju beberapa tujuan dengan permintaan tertentu, pada biaya transportasi minimum. Karena bentuk masalah transportasi yang khas untuk menghitung minimasi biaya transportasi dalam bentuk tabel khusus yang dinamakan tabel transportasi.

2.1       Teori yang Mendasari
2.1.1    Metode North-West Corner
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
a.       Mulai pada pojok kiri atas (barat laut table) dan alokasikan sebanyak mungkin tanpa menyimpang dari batasab penawaran dan permintaan.
b.      Hilangkan baris atau kolom yang tidak dapat dialokasikan lagi, kemudian alokasikan sebanyak mungkin ke kotak didekat baris atau kolom yang tidak dihilangkan, jika kolom atau baris sudah dihabiskan, pindahkan secara diagonal ke kotak berikutnya.
c.       Lanjutkan dengan cara yang sama sampai semua penawaran telah dihabiskan dankeperluan permintaan telah dipenuhi.

2.2.2        Metode Least-Cost
2.2.2Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
a.       Pilih variable Xij (kotak) dengan biaya transport (cij) terkecil dan alokasikan sebanyak mungkin. Ini akan menghabiskan baris i atau kolom j.
b.      Dari kotak-kotak sisanya yang layak (yaitu yang tidak terisi atau dihilangkan) pilih cij terkecil dan alokasikan sebanyak mungkin.
c.       Lanjutkan proses ini sampai semua penawaran dan permintaan terpenuhi.

2.2.3        MetodeAproksimasi Vogel (VAM)
Proses VAM dapat diringkas sebagai berikut :
a.       Hitung opportunity cost untuk setiap baris dan kolom. Opportunity cost untuk setiap baris ke-i dihitung dengan mengurangkan nilai cij terkecil pada baris tersebut dengan nilai cij satu tingkat lebih besar pada baris yang sama. Opportunity cost kolom diperoleh dengan cara yang sama. Biaya-biaya ini adalah pinalti karena tidak memilih kotak dengan biaya minimum.
b.      Pilih baris atau kolom dengan opportunity cost terbesar (jika terdapat nilai kembar, pilih secara sembarang. Alokasikan sebanyak mungkin kekotak dengan nilai cij minimum pada baris atau kolom yang dipilih.
c.       Hilangkan semua baris dan kolom dimana penawaran dan permintaan telah dihabiskan.
d.      Jika semua penawaran dan permintaan belum dipenuhi, kembali kelangkah pertama dan hitung kembali opportunity cost yang baru.



2.2.4    Metode Stepping Stone
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyusunan jalur stepping stone untuk mencari variable masuk.
a.       Arah yang diambil boleh searah atau berlawanan arah jarum jam.
b.      Hanya ada satu jalur tertutup untuk setiap kotak kosong.
c.       Jalur harus mengikuti kotak terisi, kecuali pada kotak kosong yang sedang dievaluasi.
d.      Baik kotak terisi maupun kotak kosong dapat dilewati dalam penyusunan jalur tertutup.
e.       Suatu jalur dapat melintasi dirinya.
f.       Sebuah penambahan dan pengurangan yang sama besar harus kelihatan pada setiap baris dan kolom pada jalur itu.



















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
 



AnalisisFlowchart :
Langkah pertama dalam pembahasan ini adanya pembeli sebagai konsumen. Kemudian pembeli memesan model dan ukuran dari produk bingkai yang tersedia pada perusahaan Abitama Frame. Langkah ketiga adalah memesan produk, setelah konsumen atau pembeli memilih model dan ukuran produk pembeli atau konsumen dapat memesan kepada perusahaan Abitama. Langkah keempat adalah memproduksi bingkai sesuai dengan pesanan konsumen. Proses produksi memiliki tanggal jatuh tempo oleh sebab itu pesanan dengan tanggal jatuh tempo terdekat maka proses produksinya lebih didahulukan. Langkah kelima adalah transaksi pembayaran, setelah proses produksi selesai dan barang telah siap dikirim pembeli atau konsumen harus melunasi pembayaran pesanannya. Langkah keenam adalah pengiriman barang ke konsumen. Perusahaan memiliki satu kendaraan operasional oleh sebab itu dengan banyaknya pesanan perusahaan terkendala pada pengiriman produk jadi ke konsumen. Apabila kendaraan oprasional tersedia maka produk yang telah selesai di produksi dikirim menggunakan kendaraan operasional. Apabila kendaraan operasional tidak ada maka perusahaan bekerja sama dengan beberapa jasa pengiriman dengan harga yang relative murah, karena biaya pengiriman dengan jasa pengiriman akan mempengaruhi biaya total produksi. Setelah dilakukan pengiriman barang perusahaan memastikan barang yang dikirim telah sampai ke konsumen.







BAB IV
PEMBAHASAN

4.1  Tata Laksana       
4.3.1 Waktu
Kegiatan kerja praktek akan dilaksanakan pada tanggal 8 november 2016 hingga 9 november 2016.
     4.3.2 Lokasi
Lokasi penelitian yaitu CV. Abitama Frame yang berlokasi di Pekayon, Bekasi, Propinsi Jawa Barat yang dilaksanakan dengan bimbingan dosen.
4.2           Laporan
Laporan pelaksanaan penelitian akan disusun dalam bentuk laporan tertulis setelah kegiatan selesai dilaksanakan dengan bimbingan dosen

4.3  Rencana Jadwal Kegiatan Penelitian pada CV. Abitama Frame, Bekasi Jawa Barat
No
Kegiatan
November 2016
Hari I
Hari II
1
Persiapan kelapangan, pengenalan staff dan karyawan
X

2
Mempelajari gambaran umum perusahaan
X

3
Wawancara dengan salah satu dari pihak perusahaan
X

4
Identifikasi Masalah

X
5
Pengumpulan data yang diperlukan

X
6
Menganalisis data dan mencari solusi permasalahan

X

Sabtu, 05 November 2016

Skala Pengukuran dan Instrumen Penelitian

    Penelitian pada dasarnya merupakan satu upaya memahami masalah-masalah yang ditemui dalam kehidupan manusia, keterbatasan manusia untuk memahami permasalahan tersebut hanya mengndalkan pengalaman hidup sehari hari secara sporadic dan tidak tertata, jelas tidak cukup menjadi dasar yang kuat bagi pemahaman terhadap satu permasalahan (Uhar, 2012:94).

    Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai variable yang diteliti. Dengan demikian imliah instrument yang akan digunakan untuk penelitian tergangung pada jumlah variable yang ditelti. Jika variablenya lima maka instrumennya lima.

    Karena instrumen penelitian akan digunakan untuk melakukan pengukuran dengan tujuan menghasilkan data kuantitatif yang akurat, maka setiap instrument harus mempunyai skala (Sugiyono, 2012:92).
A. Jenis Skala Pengukuran
     Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut jika digunakan akan menghasilkan data kuantitatif. Contohnya timbangan emas sebagai instrument untuk mengukur berat emas. Jenis-jenis skala pengukuran ada empat : skala nominal, skala ordinal, skala interval, dan skala ratio.

1. Skala nominal

    Skala nominal adalah sekala yang paling sederhana, disusun menurut jenis (kategorinya) atau fungsi bilangan hanya sebagai symbol untuk membedakan sebuah karakteristik dengan karakteristik yang lainnya. Skala nominal adalah skala yang hanya mendasarkan pada pengelompokkan atau pengkategorian peristiwa atau fakta dan apabila menggunakan notasi angka hal itu sama sekali tidak menunjukkan perbedaan kuantitatif tetapi hanya menunjukkan perbedaan kualitatif (Uhar suharsaputra, 2012:72). Adapun ciri-ciri dari skala nominal adalah:

a) Kategori data bersifat mutually exclusive (salign memisah).

b) Kategori data tidak mempunyai aturan yang logis (bisa sembarang). Hasil perhitungan dan tidak ditemui bilangan pecahan. Angka yang tertera hanya lebel semata. Tidak mempunyai ukuran baru. Dan tidak mempunyai nol mutlak.


2. Skala ordinal

    Skala ini adalah pengukuran yang mana skala yang digunakan disusun secara runtut dari yang rendah sampai yang tinggi. Skala ordinal sekala yang diurutkan dari jenjang yang lebih tinggi sampai skala yang terendah atau sebaliknya. Adapun ciri-ciri dari skala ordinal antara lain : kategori data saling memisah, kategori data memiliki aturan yang logis, kategori data ditentukan skala berdasarkan jumlah karakteristik khusus yang dimilikinya.


3. Skala interval

    Skala interval adalah skala yang menunjukkan jarak satu data dengan data yang lain dengan bobot nilai yang sama, sementara menurut (Uhar) dalam bukunya, metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan tindakan, menjelaskan bahwa skala interval adalah skala pengukuran yang mana jarak satu tingkat dengan yang lain sama. Ciri-ciri dari skala ini menurut Uhara ada lima :

a) Kategori data bersifat saling memisah.

b) Kategori data memiliki aturan yang logis.

c) Kategori data ditentukan sekalanya berdasarkan jumlah karaaktristik khusus yang dimilikinya.

d) Perbedaan karakteristik yang sama tergambar dalam perbedaan yang sama dalam jumlah yang dikenakan pada kategori.

e) Angka nol hanya menggambarkan satu titik dalam sekala (tidak punya nilai nol absolut).


4. Skala rasio.

Skala ini adalah sekala interval yang benar-benar memiliki nilai nol mutlak. Dengan demikian sekala rasio menunjukkan jenis pengukuran yang sangat jelas dan akurat.

B. Skala sikap
Skala ini hanya digunakan untuk mengukur sikap, perkembangan ilmu sosiologi dan pisikologi yang banyak menggunakan ini untuk khusus mengukur sikap. Beberapa skala sikap yang dapat digunakan untuk penelitian administrasi, pendidikan dan social antara lain :

1. Skala likert

    Skala ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan prsepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena atau gejala sosial yang terjadi. Hal ini sudah sepesifik dijelaskann oleh peneliti. Yang selanjutnya disebut sebagai variable penelitian. Kemudian dijabarkan melalui dimensi-dimensi menjadi sub-variabel, kemudian menjadi indicator yang dapat dijadikan tolak ukur untuk menyusun item-item pertanyaan atau pernyataan yang berhubungan dengan variabel penelitian (Iskandar, 2009:83). Penyataan atau pernyataan tadi kemudian direspon dalam bentuk skala likert, yang diungkapkan melalui kata-kata misalnya ; setuju, sangat setuju, tidak pasti, tidak setuju, sangat tidak setuju.

2. Skala guttuman

    Skala guttaman menggunakan dua jawaban yang tegas dan konsisten, yaitu ya-tidak, postif-negatif, tinggi-rendah, yakin-tidak yakin, setuju-tidak setuju, dll.

3. Semantic defentrial.

    Skala differensial digunakan untuk mengatur sikap perbedaan simantik, responden untuk menjawab pernyataan dalam satu garis kontinum yang bertentangan yaitu positif negative. Data yang diperoleh biasanya data interval yang digunakan untuk mengukur sikap seseorang atau kelompok (Iskandar, 2009:84) .
    Skala ini berisikan serangkaian karakteristik bipolar (dua kutub), seperti : panas-dingin, baik-buruk, dll. Karakteristik bipolar mempunyai tiga dimensi dasar sikap seseorang terhadap objek :

a) Potensi, yaitu kekuatan atau atraksi fisik satu objek

b) Evaluasi, yaitu hal-hal yang menguntungkan atau tidak.

c) Aktivitas, yaitu tingkatan gerakan satu objek
Rating scale

Berdasarkan ketiga skala semua data yang diproleh adalah data kualitatif yang dikuantitatifkan. Sedangkan rating scale adalah data mentah yang didapar berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif.

Dalam model rating scale responden tidak akan menjawab dari data kualitatif yang sudah tersedia, tapi menjawab dari jawaban kuantitatif, dengan demikian raing scale lebih fleksibel, tidak terbatas untuk pengukuran sikap saja.


C. Pengertian Instrument Penelitian
Dalam penelitian bidang pendidikan, teknik pengumpulan data yang lazim adalah menggunakan intrumen. Dalam menjalankan penelitian data merupakan tujuan utama yang hendak dikumpulkan dengan menggunakan instrument. Instrumen penelitian adalah nafas dari penelitian. Menurut (Arikunto, 1995:177), ‘’instrumen penelitian adalah sesuatu yang penting dan strategis kedudukannya dalam pelaksanaan penelitian.’’

Keadaan-keadaan telah mendorong upaya-upaya pakar untuk membuat prosudur dan alata yang dapat digunakan guna mengungkap kenyataan-kenyataan (data) yang dapat diajdikan dasar dalam menyelesaikan berbagai masalah. Untuk itu instrument penelitian menempeti kedudukan penting dalam sebuah penelitian, hal ini tidak lain karean keberhasilah sebuah penelitian dipengaruhi pula oleh instrument yang dipergunakan (Uhar Suharsaputra, 2012:94)

Kualitas data sangat menetukan kualitas penelitian. Kualitas data tergantung pada kualitas alat (instrumen) yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Pada dasarnya terdapat dua kategori instrument yang digunakan dalam penelitian, yakni :

a) instrument digunakan untuk memproleh informasi atau data tentang keadaan objek atau proses yang diteliti.

b) Instrumen digunakan untuk mengontrol objek atau proses yang diteliti.

Data kondisi objek atau spesifikasi proses yang diukur dapat diulang dengan menggunakan dua instrument tersebut (Gempur Santoso, 2012:62)

Dalam suatu penelitian kuantitatif (adanya jarak antara subjek dan objek) yang bersifat verifikasi hipotesis, instrument penelitian merupakan alat yang dipakai untuk menjembatani antara subjek dan objek (secara subtansial antara hal-hal teoritis dan empiris, antara konsep dan data) (Uhar Suharsaputra, 2012:94).

Teknik pengumpulan data yang lazim digunakan adalah menggunakan adalah instrumen yang sempurna, wawancara, observasi, dokumentasi, sperti pada table di bawah ini.

Beberapa hal yang penting dalam menyusun istrumen
     Menurut Nana Sudjana (Uhar Suharsaputra, 2012:95), dalam penyusunan instrument penelitian ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
- Masalah dan variable yang diteliti termasuk indicator variable harus jelas sehingga dapat dengan mudah menetapkan jenis istrumrn yang digunakan.
Sumber data/ informasi, baik jumlah maupun keragamannya harus diketahui terlebih dahulu, sebagai bahan dasar dalam menentukan isi, bahasa, sistimatika item dalam instrument penelitian.
Keterandalan dalam instrument itu sendiri sebagai alat pengumpulan data, objekvitas, dll.
Jenis data yang diharapkan dari pengguna instrumen harus jelas. Sehingga peneliti dapat menetukan gaya analisis dan pemecahan masalah penelitian.
Mudah dan praktis digunakan akan tetapi dapat menghasilkan data yang diperlukan


Sarana Instrument Penelitian
1. Angket

Angket merupakan daftar pertanyaan yang diberikan pada orang lain dengan tujuan agar orang yang diberi bersedia memberikan respon yang sesuai. Angket dibedakan menjadi tiga yaitu :

a) Angket terbuka, adalah angket yang disajikan dalam bentuk isian. Tentunya disertai dengan pertanyaan.

b) Angket tertutup, adalah angket yang disajikan dalam bentuk sederhana, yang mana responden tinggal membri tanda centang pada kolom yang disediakan terhadapa jawaban yang sesuai dengannya. Biasanya dalam bentuk multipelchoise.

c) Campuran, Disamping dari kedua ini ada combinasi dari dua jenis angket di atas.


2. Daftar cocok (Checlist)

Ini hampir sama dengan angket tertutp, karena hanya tinggal member tanda pada tes yang diberikan terhadap jawaban keadaan kita. Bedanya dengan angket, checklist dibuat sedikit lebih sederhana.
Skala

Skala menunjuk pada sebuah instrument pengumpul data yang bentuknya seperti daftar cocok tapi alternative yang disediakan merupakan sesuatu yang berjenjang. Skala banyak digunakan untuk mengukur aspek-aspek kpribadian atau kejiwaan.


Jenis Instrument Penelitian
1. Tes

Tes yaitu suatu alat ukur yang diberikan kepada individu untuk mendapatkan jawaban-jawaban, baik secara tertulis maupun lisan. Sehingga dapat mengetahui kemampuan individu yang bersangkutan.
2. Kuesioner

Instrument penelitian dalam bentuk pertanyaan yang biasanya dimaksudkan untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan pendapat, aspirasi, prespsi, keinginan, keyakinan, dll secara tertulis. Dan apabila dilakuakan dengan menggunakan lisan maka disebut wawancara. Untuk lebik baiknya ini digabungkan, antara liasan dan tilisan untuk memperkuat data.
3. Skala

Skala merupakan alat untuk mengukur nilai/keyakinan, sikap dan hal-hal yang berkaitan dengan personological.

D. Cara Menyusun Instrumen
Cara menyusun instrumen yaitu bertolak dari variabel penelitian yang ditetapkan untuk diteliti. Dari variabel tersebut diberikan definisi operasionalnya, selanjutnya ditentukan indikator yang akan diukur. Indikator ini dijabarkan menjadi butir-butir pertanyaan atau pernyataan. Untuk memudahkan penyusunan instrumrn, maka perlu digunakan “matrik pengembangan instrumen “ atau “kisi-kisi instrumen”.

Metode Pengambilan Data

      Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan. Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder).

     Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya. Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya.

Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket, observasi, wawancara, dan kuesioner.

1. Angket

    Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.

Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain :

· Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.

· Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.

· Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.

2. Observasi
    Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.

    Participant Observation

    Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data. Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.

   Non participant Observation

   Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati. Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.

Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.

3. Wawancara
    Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data. Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif). Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.

1. Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.

2. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.

Kelebihan dan Kekurangan dalam Teknik Pengumpulan Data

   a. Metode Observasi

       Pengumpulan data dengan observasi langsung atau dengan pengamatan langsung adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. Pengamatan baru tergolong sebagai teknik mengumpulkan data, jika pengamatan tersebut mempunyai kriteria berikut:

· Pengamatan digunakan untuk penelitian dan telah direncanakan secara sistematik.

· Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan.

· Pengamatan tersebut dicatat secara sistematis dan dihubungkan dengan proposisi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatian saja.

Pengamatan dapat dicek dan dikontrol atas validitas dan reliabilitasnya. Penggunaan pengamatan langsung sebagai cara mengumpulkan data mempunyai beberapa keuntungan antara lain :

Pertama. Dengan cara pengamatan langsung, terdapat kemungkinan untuk mencatat hal-hal, perilaku, pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut berlaku, atau sewaktu perilaku tersebut terjadi. Dengan cara pengamatan, data yang langsung mengenai perilaku yang tipikal dari objek dapat dicatat segera, dantidak menggantungkan data dari ingatan seseorang;

Kedua. Pengamatan langsung dapat memperoleh data dari subjek baik tidak dapat berkomunikasi secara verbal atau yang tak mau berkomunikasi secara verbal. Adakalanya subjek tidak mau berkomunikasi, secara verbal dengan enumerator atau peneliti, baik karena takut, karena tidak ada waktu atau karena enggan. Dengan pengamatan langsung, hal di atas dapat ditanggulangi. Selain dari keuntungan yang telah diberikan di atas, pengamatan secara langsung sebagai salah satu metode dalam mengumpulkan data, mempunyai kelemahan-kelemahan.

    b. Metode Wawancara

Yang dimaksud dengan wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara). Wawancara dapat dilakukan dengan tatap muka maupun melalui telpon.

Wawancara Tatap Muka

Beberapa kelebihan wawancara tatap muka antara lain :

· Bisa membangun hubungan dan memotivasi responden

· Bisa mengklarifikasi pertanyaan, menjernihkan keraguan, menambah pertanyaan baru

· Bisa membaca isyarat non verbal

· Bisa memperoleh data yang banyak

Sementara kekurangannya adalah :

· Membutuhkan waktu yang lama

· Biaya besar jika responden yang akan diwawancara berada di beberapa daerah terpisah

· Responden mungkin meragukan kerahasiaan informasi yang diberikan

· Pewawancara perlu dilatih

· Bisa menimbulkan bias pewawancara

· Responden bias menghentikan wawancara kapanpun

Wawancara via phone

Kelebihan

· Biaya lebih sedikit dan lebih cepat dari warancara tatap muka

· Bisa menjangkau daerah geografis yang luas

· Anomalitas lebih besar dibanding wawancara pribadi (tatap muka)

Kelemahan

· Isyarat non verbal tidak bisa dibaca

· Wawancara harus diusahakan singkat

· Nomor telpon yang tidak terpakai bisa dihubungi, dan nomor yang tidak terdaftar pun dihilangkan dari sampel

Sumber: Uma Sekaran. 2006. Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Jakarta : Salemba Empat